Rasul Rasul BKSY: Berkumpul, Berdoa, Berbagi, dan Bergerak


      Sering kita saksikan acara peresmian sebuah proyek dilakukan dengan acara seremoni yang bagus dan megah. Biasanya dihadiri tokoh tokoh penting, selebriti, dan kadang ada pejabat pemerintahan.
     Puncak acara biasanya pengguntingan pita, foto dan dilanjutkan ucapan selamat kepada ketua panitia, atau project officer maupun orang orang penting lainnya.




Sementara itu, orang orang yang  bermandikan keringat di proyek itu, yang dengan  setia meluangkan waktu,  berjerih payah mensosialisasikan sebuah program, dan yang tekun berdoa justru duduk di belakang atau malah tidak kelihatan. Mereka tidak pernah disebut, tidak pernah mendapat tepuk tangan, tidak difoto, tidak mendapat ucapan terima kasih, tidak pernah diketahui, dan tidak pernah tersapa.


      Menyadari hal tersebut, tgl 14 dan 15 Maret berkumpul para penggerak Berkhat St. Yusup (BKSY) di Wisma Samadi Klender. Ada 60 peserta yg menjadi motor BKSY. Banyak yang berusia muda, namun kebanyakan sudah sepuh, tetapi  spiritnya luar biasa. Disela kesibukan sehari hari mereka meluangkan waktu untuk terlibat dengan rela membantu gerakan belarasa BKSY, terutama untuk yang KLMTD ( Kecil, Lemah, Miskin, Terpinggirkan dan Difabel).

        BKSY adalah sebuah gerakan belarasa, peduli, dan berbagi dibidang kesehatan dan kematian. Gerakan ini mencoba menghadirkan keindahan kasih Allah secara kongkrit kepada  orang yang membutuhkan bantuan saat sakit dan meninggal. Bila ada yang meninggal, mereka memberikan layanan rohani seperti memandikan, mendoakan, mengatur pemakaman, memberi santunan Rp 10 juta dll. Setiap anggota membayar iuran Rp 7 ribu per bulan. Iuran ini diusahakan seminim mungkin agar terjangkau bagi semua.(bandingkan sekarang biaya parkir Rp 5 ribu per jam).

Rasul Rasul BKSY

       Gerakan belarasa ini baru berjalan satu tahun. Masih sangat muda tapi sudah memiliki 10 ribu peserta dari 20 paroki di KAJ dan 6 komunitas. Namun gerakan ini akan terus berkembang lagi di paroki paroki lainnya di KAJ, dan akan berkembang di keuskupan-keuskupan  lain seperti Bandung, Padang, Semarang dll yang sudah menyatakan minat melaksanakan belarasa BKSY. Pencapaian ini menjadi awal pembangunan kepedulian dan pelayanan kasih kepada sesama. Suatu hadiah terindah dari Tuhan yang dikerjakan oleh kepanjangan tangan Tuhan, yaitu para Rasul BKSY, istilah yang digunakan Mgr Suharyo untuk para  penggerak BKSY.

Rekoleksi: Mempersiapkan Diri 

      Selain menyamakan persepsi bahwa BKSY adalah wujud belarasa, tujuan rekoleksi adalah untuk saling berbagi, dan saling mendengarkan pengalaman, saling menguatkan untuk bergerak lebih semangat lagi.

     Dari sharing para Rasul BKSY ada tantangan yang dihadapi, misalnya mereka dianggap sebagai agen asuransi yang menerima komisi; BKSY dianggap sebagai bisnis dan mencari untung; atau BkSY dianggap asuransi. Akibatnya banyak timbul ketidakpahaman yang menghalangi orang untuk terlibat dalam berbelarasa. Ada Paroki yang hanya mendaftarkan umatnya yang sudah lanjut usia dan yang sudah sakit, bahkan sudah dalam keadaan sakit parah, sudah berbaring karena stroke dll. Ada juga paroki yang tidak mau menjalankan BKSY karena menganggap di parokinya tidak ada orang miskin, dan mampu mengatasi masalah sosial yang ada di Parokinya.

      Ketidakpahaman inilah yang memacu para Rasul BKSY untuk mencari jalan, mencari cara baru untuk mensosialisasikan BKSY sebagai wujud Belarasa. Melalui BKSY ini spirit  “Tiada Syukur Tanpa Peduli” menjadi terwujud secara konkrit, walaupun kecil.

      Pada akhir rekoleksi, para Rasul BKSY memperbaharui komitmen untuk memperbaiki cara sosialisasi, cara kerja dan menetapkan target setiap bulan berapa banyak umat yang bisa ikut berbelarasa.

Para Rasul BKSY percaya

      Ada kekuatan dibalik hati yang ikhlas.Ada kekuatan dibalik hati melayani.Ada kekuatan dibalik hati yang sabar dan telaten.

     Melalui rekoleksi ini terlihat peranan Para Rasul BKSY menjadi simbol sensasi keindahan tentang sebuah kepedulian dalam bentuk kongkrit. Di tahun syukur ini marilah kita wujudkan rasa syukur kepada Tuhan dengan terlibat dalam Berkhat St. Yusup. Rasul-rasul BKSY mengakhiri rekoleksi dengan semangat baru bersama-sama menyayikan lagu  BKSY, siap menyebarkan virus belarasa BKSY kepada siapa saja.

 Advertorial April 2015
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »