Penyerahan Pending Coffee Mgr. Ignatius Suharyo

BKSYKAJ.com “Mgr Suharyo tidak hanya mendorong kita untuk terlibat dalam Gerakan Belarasa BKSY, tetapi memberikan teladan dengan memberikan “celengan” untuk untuk perpanjangan kepesertaan sekaligus pending coffee beliau,” kata Bpk Purwanto, pengarah acara dalam misa syukur Paguyuban Lingkaran Sahabat (PaLingSah) di kediaman Keluarga Bpk. H. Surya Pujawiyata di Cirendeu, Pamulang, Sabtu 22 Oktober 2016.

Penyerahan Pending Coffee Mgr. I. Suharyo
Pada kesempatan itu, Mgr Ignatius Suharyo memang menyerahkan sebuah celengan hijau untuk pending coffee kepada ketua BKSY, Bpk Parno Isworo. Beliau menyiapkan pending coffeenya sejak dua tahun lalu.  

“Bukan uang besar, tetapi uang kecil yang sengaja dikumpulkan untuk ini,” kata Mgr. Suharyo.

Teladan sekaligus Penegasan

Dalam sambutannya saat menerima Pending Coffee dari Monsignur, Bpk Parno -Ketua program BKSY- mengatakan, ”Ini merupakan teladan, sekaligus penegasan bahwa beliau selalu mendorong kita untuk terlibat dan berperan serta dalam gerakan belarasa BKSY. Kiranya, teladan beliau akan mendorong kita juga untuk terus berbelarasa.”

Pending Coffee sendiri merupakan sebuah cara berbagi yang diadopsi oleh BKSY . Seseorang dapat berbagi kopi dengan cara murah hati, dengan menitipkan sejumlah uang kepada penjual kopi. Saat ada orang lain ingin minum kopi tetapi tidak punya cukup uang, ia mungkin masih dapat mendapatkannya dari seseorang yang murah hati melalui pending coffee.

Cara itulah yang diadopsi oleh BKSY. Ada orang yang diberikan oleh Tuhan secara lebih, ada yang berkekurangan. Mereka yang diberi lebih itu diberikan wadah untuk berbagi melalui BKSY. Uang besar? Bukan, ini mungkin benar-benar secangkir kopi, yaitu Rp. 80.000,- setahun.
Oleh BKSY, dana pending coffee ini dikelola secara transparan, siapa yang memberi-siapa yang menerima.

Menolong Banyak

Berapa pending coffee dari Monsignur? Setelah dihitung oleh tim sekretariat, terkumpul dana sebesar 10.616.000 ang terdiri dari 616.000 uang cash dan sebuah cek giru senilai 10 juta rupiah.
Tentu saja, jumlah tersebut sudah menolong banyak orang untuk dapat memperpanjang kepesertaannya di BKSY. Karena satu peserta membayar 80.000 untuk setahun, pasti sangat banyak orang yang terbantu.

“Kini, teladan sudah diberikan  oleh Bapak Uskup kita. Tidakkah Anda tertarik untuk turut mendukung gerakan ini melalui program pending coffee BKSY?” tukas Bpk Purwanto menutup acara penyerahan pending coffee itu.


Terima kasih Monsignur atas teladan diberikan.



Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »