Renungan Harian, Rabu, 8 Februari 2017

Rabu, 8 Februari 2017
[Kej. 2:4b-9,15-17; Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc; Mrk. 7:14-23]

MENJAGA HATI DARI BENIH-BENIH DOSA

FIFA Ballon D’Or adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pemain sepakbola paling berprestasi setiap tahunnya. Awalnya, penghargaan ini diberikan di Eropa saja, namun sejak tahun 2010, penghargaan Pemain Terbaik FIFA pun digabungkan dengan penghargaan ini. Yang unik, semenjak diberikan pertama kali pada tahun 1956 sampai
tahun 2016, hanya ada satu pemain berposisi kiper yang mendapatkan penghargaan ini, yaitu kiper tim nasional Uni-Sovyet (Rusia, sekarang), Lev Yashin, pada tahun 1963. Posisi kiper memang tidak sepopuler posisi striker, playmaker, midfielder atau defender, namun dalam sebuah pertandindan sepakbola, kiper tetap memegang peranan penting, karena menjadi ‘palang pintu’ terakhir yang menjaga gawang tetap aman dan tidak kebobolan. Maka, mengukur prestasi seorang kiper adalah mudah, yaitu menghitung seberapa banyak kah dia kebobolan. Semakin sedikit, semakin baik.

Injil hari ini, Yesus menegaskan tentang: “Bukan apa yang masuk ke dalam tubuh, melainkan apa yang keluar dari dalam hati”, yang perlu mendapat perhatian. Yang keluar dalam hati, berupa tiga belas jenis kejahatan (pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan), dapat menajiskan kita di hadapan Allah. Maka, mari kita menjaga hati layaknya seorang kiper yang berjibaku menjaga gawangnya dari kebobolan. Jangan sampai hati kita ‘kebobolan’ oleh tiga belas jenis kejahatan, sehingga kejahatan itu tumbuh dan berbuah menjadi dosa. Maka, hati kita pun bisa mengalirkan kehidupan dan kebaikan, bukan justru kutuk dan benih-benih dosa.
Selamat pagi, selamat menjaga hati dari tipu daya dosa. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »