Renungan Harian, Kamis, 9 Februari 2017

Kamis, 9 Februari 2017
[Kej. 2:18-25; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 7:24-30]

BERKAT TUHAN TERSEDIA BAGI SEMUA BANGSA

Perjumpaan dua budaya yang berbeda sejarah, menjadikan dua kemungkinan, saling melengkapi atau justru saling melawan. Kisah perjumpaan Yesus, yang adalah seorang Yahudi, dengan seorang perempuan Siro-Fenisia memberi perspektif baru tentang perjumpaan dua budaya. Siro-Fenisia adalah bangsa yang maju, abjad Fenisia digunakan
sebagai dasar penulisan abjad di seluruh dunia, tingkat kebudayaan mereka pun setara dengan bangsa Yunani. Yahudi? Mereka adalah mantan budak bangsa Mesir, dijajah berkali-kali, Bait Allah yang menjadi kebanggaan pun kini tinggal reruntuhan saja. Namun, Yesus ingin memberi pandangan baru perihal keselamatan. Ketika perempuan Siro-Fenisia itu datang, Yesus sedikit ‘menahan diri’, bahkan sempat menyebut latar belakang budaya ketika berkata: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu! Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 

Perkataan ini memang bermaksud menunjukkan bahwa keselamatan itu hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi, dan tidak ada kesempatan bagi bangsa lain (:anjing). Namun, inilah cara Yesus untuk menguji iman seseorang yang mohon sesuatu padaNya. Wanita itu, bukan menyerah tapi justru semakin merendah, menyamakan diri seperti anjing, dan untuk menerima remah-remah ini pun ia rela. Inilah bukti sebuah totalitas dalam memohon, dan bukti kesungguhan meminta pertolongan. Satu hal lagi, yang akhirnya menjadi perspektif baru bagi semua orang adalah bahwa berkat Tuhan berupa keselamatan itu tersedia bagi semua bangsa yang percaya kepadaNya. Kalau kita bukan orang Yahudi, maka jangan pernah gentar! Bukankah Yesus justru kagum atas iman perempuan itu? Belajar dari perempuan Siro-Fenisia, mari kita belajar rendah hati dala memohon pertolongan kepada Tuhan, dan jangan rendah diri, hanya karena kita bukan Yahudi, karena berkat Tuhan ada bagi semua bangsa, tanpa terkecuali.
Selamat pagi, selamat menjadi rendah hati dan totalitas dalam memohon pertolongan Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »