Renungan Harian, Minggu, 26 Februari 2017

Minggu, 26 Februari 2017
HARI MINGGU BIASA VIII
[Yes. 49:14-15; Mzm. 62:2-3,6-7,8-9ab; 1Kor. 4:1-5; Mat. 6:24-34]

KESEIMBANGAN ANTARA PERKARA JASMANI DAN PERKARA ROHANI

Semenjak saya kecil, sampai sedewasa ini, setiap kali hendak bepergian jauh, Ibu saya terutama, akan selalu memastikan bahwa barang bawaan saya sudah lengkap, tidak ketinggalan dan tertata rapi. Saya selalu ingat kata-kata Ibu, seperti ini: “Sudah semua terbawa?”, “Sudah punya uang belum?”, “Dompetnya jangan ditaruh di saku!”, “Nanti kalau sudah sampai kasih kabar ya!” Kata-kata ini, sudah saya dengar, sejak saya lulus SMP, ketika pertama kali saya berani pergi jauh, dan masih saya dengar sampai hari ini. Kata-kata yang selalu sama ini, saya terjemahkan sebagai ungkapan kasih, meski kasih itu sendiri terwujud dalam kekhawatiran-kekhawatiran. Saya yakin bahwa orang tua di manapun, akan melakukan hal yang kurang lebih sama untuk anak-anaknya. Sadar atau tidak sadar, manusia hidup dalam situasi yang serba khawatir atau tidak tenteram. Orang yang paling berkecukupan dan yang berkedudukan tinggi sekalipun, mereka tidak pernah bebas dari kekhawatiran-kekhawatiran.

Yesus, dalam Injil hari ini, menasehatkan supaya kita tidak mudah khawatir, namun kata-kata Yesus bisa menjadi tidak realistis, karena bisa saja ditangkap bahwa manusia tidak perlu khawatir, tidak perlu takut, sampai tidak perlu berusaha dan tidak perlu bekerja giat. Ya, karena Tuhan seolah-olah akan memberikan yang dibutuhkan manusia. Namun, nasehat Yesus hendak menunjukkan bahwa hidup tidak hanya terdiri dari perkara-perkara jasmani, namun juga perkara-perkara rohani. Kedua hal ini mesti diusahakan dengan baik dan seimbang. Maka, kalau kita merasa ‘cukup’ dengan perkara-perkara jasmani, kita sebenarnya patut waspada terhadap diri, karena bisa jadi perkara-perkara rohani dalam hidup kita sedang terabaikan. Namun, meski kita merasa berkekurangan dalam perkara-perkara jasmani, namun tetap mengusahakan perkara-perkara rohani, hidup tetap sukacita dan bahagia. Maka, semoga kita tidak pernah lupa untuk mengusahakan perkara-perkara rohani dan perkara-perkara jasmani secara seimbang, sehingga kita senantiasa layak di hadapan Tuhan.

Selamat pagi, selamat berhari Minggu, selamat mencukupkan diri dengan perkara jasmani dan perkara rohani. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »