Renungan Harian Rabu, 1 Februari 2017

[Ibr. 12: 4-7,11-15; Mzm. 103:1-2,13-14,17-18a; Mrk. 6:1-6]
HATI YANG BEBAS DAN MERDEKA DEMI KERAJAAN ALLAH

Mudik! Ya, mudik adalah tradisi yang dijalankan ketika orang-orang yang merantau, pulang sejenak ke rumah orang tua, sekedar menyapa, atau ‘say-hello’, dan tentu saja berjumpa dengan sanak saudara. Mudik adalah momen langka, tidak bisa setiap hari, dan tentu saja, menghadirkan sukacita. Bagi orang-orang tertentu,
mudik juga menjadi sarana untuk ‘membanggakan-diri’ karena telah memperoleh kesuksesan di perantauan. Namun, kalau hendak membandingkan dengan apa yang terjadi dengan Yesus dalam kisah Injil hari ini, Yesus justru ditolak oleh orang-orang di kampungNya. Bukankah sebaliknya, mereka harusnya berbangga karena seorang Mesias dibesarkan di kampung mereka. Yesus menjadi ‘idol’ di tempat lain, namun tampaknya gagal di rumah sendiri, karena Ia diusir, dan bahkan diancam akan dibunuh. Alasannya adalah karena Yesus hanya seorang anak tukang kayu yang sederhana, yang membuat orang ragu dengan kemampuan serta kebijaksanaan yang dimiliki-Nya.

Dari penolakan yang dialami Yesus ketika ‘mudik’ ini, kita belajar tentang kemerdekaan hati. Yesus adalah pribadi yang memiliki kemerdekaan hati: berbicara, mengajar, dan berbuat baik sesuai dengan kebenaran yang harus Ia wartakan, yaitu Kerajaan Allah. Yesus tidak ambil pusing dengan tanggapan orang lain, karena Ia juga tidak sedang mencari popularitas dan menjaring penggemar. Ia tidak memilih posisi yang menguntungkan karena Ia tampil sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Bapa. Yesus adalah pribadi yang merdeka dan lepas bebas; tidak peduli soal sukses, tenar, nama baik, harga diri apalagi kehormatan, karena untuk itu, Ia punya caranya sendiri. Maka, meneladan Yesus yang merdeka hati dalam mewartakan kebenaran, kita pun diajak untuk merdeka hati dalam hidup sehari-hari. Karena, jamak terjadi di hari ini, kebaikan dan kebenaran ‘disamar-samarkan’ dengan uang, iming-iming jabatan dan pencarian popularitas. Maka, mari kita jadikan hati kita, hati yang merdeka dan lepas bebas.

Selamat pagi, selamat menghayati hati yang merdeka dan lepas bebas. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »