Renungan Harian Sabtu, 4 Februari 2017


[Ibr. 13: 15-17,20-21; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mrk. 6:30-34]
BELASKASIH ALLAH UNTUK MEREKA YANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN

Ada dua ritme penting dalam hidup manusia, yaitu bekerja dan beristirahat. Orang bisa bekerja karena sebelumnya telah beristirahat dengan cukup, dan orang bisa beristirahat, karena sebelumnya telah bekerja dengan letih. Maka, kalau ritme ini tidak dijalankan dengan seimbang, maka ada dua bahaya mengancam. Pertama,
bahaya karena bekerja dan berkegiatan terus menerus, tanpa perlu memikirkan pentingnya istirahat. Demikian sebaliknya, ketika kita terlalu banyak beristirahat atau menganggur tanpa melakukan pekerjaan satu pun. Sebagai seorang kristiani, pun ada ritme yang perlu dijalani yaitu ritme ‘berkarya’ dan ‘berdoa’. Maka, sebenarnya ritme kehidupan seorang kristiani adalah saling-silang kehadiran Allah di tempat tersembunyi di hati kita, yaitu kehentingan, dan kehadiran kita di dunia untuk melayani sesama di tengah-tengah dunia.

Namun, menarik kalau memperhatikan Injil hari ini ketika Yesus berkehendak untuk ‘beristirahat sejenak’, namun itu tidak terjadi ketika banyak orang berbondong-bondong mengikutiNya. Kalau orang biasa, dalam situasi seperti ini, tentu akan marah, karena privasi terganggu, apalagi beristirahat adalah sesuatu yang pantas dan perlu dilakukan. Namun, Yesus justru tergerak oleh belaskasihan, dan melihat mereka seperti domba tanpa gembala. Yesus lebih mementingkan orang lain ditengah kehendak untuk memberi kenyamanan pada diri sendiri. Yesus tidak pernah menolak kehadiran siapa pun yang membutuhkan pertolonganNya, dan Dia akan menunjukkan belaskasihanNya. Dan untuk itu pun, kita bersedia untuk menyertakan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita.

Selamat pagi, selamat memohonkan rahmat belaskasih Tuhan dalam hidup kita. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »