Renungan Harian, Senin, 27 Februari 2017

Senin, 27 Februari 2017
[Sir. 17:24-29; Mzm. 32:1-2,5,6,7: Mrk. 10:17-27]

PRIORITAS TERBAIK DALAM HIDUP KITA

Gerakan belarasa Berkhat Santo Yusup (BKSY), selain memasukkan peserta lewat jalur paroki-paroki, namun juga lewat komunitas-komunitas dan perusahaan-perusahaan. Salah satu perusahaan yang sudah ambil bagian adalah PT. Sido Muncul yang
mengikutsertakan semua karyawannya. Yang menarik, selain berpartisipasi dalam gerakan belarasa ini, PT. Sido Muncul ini sudah mengadakan berbagai macam kegiatan sosial yang berguna dan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti mudik lebaran gratis, operasi mata gratis, dana amal bagi panti asuhan, dan lain-lain. Kegiatan sosial ini menjadi bentuk ungkapan syukur atas pemberian Tuhan, karena segala sesuatu yang telah diperoleh, adalah memang anugerah dari Tuhan, bukan semata-mata karena hasil usaha dan kerja keras dari diri sendiri. Ya, di sana ada komitmen untuk menjadi perantara kasih bagi sesama.

Dalam kisah Injil hari ini, pun ada cerita tentang orang kaya yang menginginkan hidup kekal. Namun, ketika ia diminta Yesus untuk menjual apa yang ia miliki untuk orang miskin, wajahnya menjadi muram dan sedih. Ia kira, dengan menaati hukum Tuhan, semuanya sudah cukup untuk memperoleh hidup kekal. Ekspresi wajahnya menunjukkan sebuah kelekatan pada kekayaan, hingga akhirnya justru kehilangan harta sejati, yaitu Yesus Kristus. Yesus tidak mengajarkan kita untuk menjadi miskin, namun hendak menunjukkan tentang prioritas hidup kita: kekayaan atau Yesus. Kita adalah sekedar pengelola atas setiap harta yang sebenarnya bersumber dari Tuhan, bukan pemilik, sehingga tidak perlu terlalu erat untuk mengenggamnya. Kiranya kebijaksanaan untuk menggunakan harta yang dimiliki, menjadi cara supaya kita bisa fokus untuk terus mengikuti Tuhan.
Selamat pagi, selamat mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »