Renungan Harian, Senin, 6 Februari 2017


[Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,35c; Mrk. 6:53-56]
EKARISTI SEBAGAI SARANA KEHADIRAN TUHAN YANG NYATA

Di Seminari Kentungan, ada kapel adorasi yang dibuka setiap hari dari pukul 16.00 sampai pukul 21.00. Selain para frater yang bertugas ‘jaga bakti’ sesuai jadwal, banyak umat dari luar yang datang untuk berdoa di sana. Kadang, di luar jam tersebut, setelah misa pagi misalnya, ada juga
frater atau umat yang berdoa di sana. Kehadiran Yesus yang nyata hadir dalam Sakramen Mahakudus yang ditahtakan di tempat tersebut, menarik banyak orang untuk datang, berdoa, dan merasakan ‘jamahan’ secara fisik maupun rohani. Dan, saya kira, itu tidak hanya kapel adorasi di Seminari Kentungan, tapi kapel adorasi di tempat lain, juga dikunjungi banyak orang yang ingin mengalami kehadiran Yesus yang nyata dan menimba kekuatan rohani dariNya. Sebagai anak-anak Allah, tentu kita selalu memiliki kerinduan akan kehadiranNya, yang selalu hadir dalam Gereja dan juga di dalam diri kita sendiri.

Di dalam bacaan Injil hari ini ini, Yesus yang mendarat di Genesaret, sudah ditunggu banyak orang sakit yang berdesak-desakan untuk mendapat kesembuhan dariNya. Dalam hal ini, kehadiran Yesus dirasakan sebagai tindakan keselamatan, karena Ia senantiasa hadir dan menyertai mereka yang ‘sakit’. Pada saat ini, Gereja merasakan kehadiran Yesus yang terus menerus dalam sakramen-sakramen, terutama Sakramen Ekaristi, karena di sana lah Tuhan hadir secara nyata dalam Sabda dan mempersembahkan Tubuh dan DarahNya untuk keselamatan manusia. Maka, semoga dalam setiap Ekaristi yang kita rayakan, kita pun sungguh merasakan kehadiran Tuhan yang datang untuk menyelamatkan hidup kita.

Selamat pagi, selamat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »