Renungan Harian, Kamis, 2 Maret 2017

Kamis, 2 Maret 2017
[Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25]

SALIB SEBAGAI TANDA KASIH ALLAH

Salib adalah tanda kasih dari Allah. Salib terdiri dari dua garis vertikal dan horisontal. Garis vertikal hendak menunjukkan bahwa cinta yang paling utama adalah mencintai Allah dengan seluruh tenaga dan akal budi. Garis yang horisontal berarti kita harus mencintai sesama manusia seperti diri sendiri. Garis yang vertikal selalu lebih panjang daripada yang horisontal, yang menandakan bahwa mencintai Tuhan harus mendapatkan porsi yang lebih banyak atau lebih diutamakan. Meski untuk mewujudkan kasih kepada Tuhan, pada akhirnya juga dilakukan dengan mencintai sesama.

Hari ini Yesus menyatakan kembali tentang syarat mengikuti Yesus yaitu menyangkal diri, memikul salib dan pada akhirnya, sungguh-sungguh mampu mengikuti Yesus dengan segenap kepenuhan hati. Mengapa Yesus hendak menunjukkan salib sebagai jalan keselamatan, karena Yesus sendiri mengalami penderitaan salib sebagai jalan mencapai kemuliaan. Maka, apakah kita yang tidak ada apa-apanya harus menyingkirkan salib dalam kisah hidup kita? Bukankah sebuah keberhasilan juga harus disertai dengan kerja keras? Semoga di masa Pra Paskah ini, sembari melaksanakan pantang dan puasa sebagai wujud pertobatan, motivasi kita untuk mengikuti Yesus juga semakin murni, yaitu karena gerak hati kita untuk ambil bagian dalam salib Yesus sebelum ikut dalam kemuliaanNya.

Selamat pagi, selamat menikmati salib sebagai cara untuk mengasihi Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »