Renungan Harian, Minggu, 12 Maret 2017



Minggu, 12 Maret 2017
HARI MINGGU PRAPASKAH II
[Kej. 12:1-4a; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; 2Tim. 1:8b-10; Mat. 17:1-9]

AMBIL BAGIAN DALAM PENDERITAAN DAN SALIB-NYA

Ketika saya menulis ini, saya sedang berada di Kentungan untuk beberapa keperluan. Selama di sana saya beristirahat di salah satu kamar teman yang sedang menjalani masa diakonat di Kebumen. Persis di belakang kamar itu, pemandangan yang kelihatan adalah pembangunan gedung pasca-sarjana FTW. Pembangunan gedung itu telah berjalan hampir tiga tahun. Saya masih ingat, ketika tahun sebelumnya berada di kamar sebelah yang saya gunakan sekarang, di masa-masa harus mempersiapkan ujian bachalorat (semacam ujian komprehensif sebelum menjalani program pasca-sarjana), hampir sepanjang hari, saya harus ‘mengungsi’ untuk belajar karena suasana tempat pembangunan yang bising, entah suara generator atau apapun. Beberapa teman merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, tapi tetap bisa menerima karena toh pembangunan gedung pasca-sarjana ini, tetap membawa cita-cita dan mimpi pendidikan calon imam ke depan supaya formatio/pembinaan dapat berjalan semakin baik. Dan, kami juga bersyukur bahwa dalam keadaan seperti itu, tetap bisa menjalani ujian dengan baik dan lulus semua. 

Dalam kehidupan ini, kita acapkali berhadapan dengan suasana-suasana yang membuat hati kita tidak nyaman, salah satunya adalah adanya perubahan. Perubahan kadangkala membawa kita dari zona nyaman menuju zona tidak nyaman atau zona penuh resiko. Dalam perubahan, kita juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri, yaitu dengan mengubah mental, cara pandang, cara berpikir dan cara bertindak. Kalau kita terus diam dalam zona nyaman, maka bisa dipastikan bahwa hidup kita akan mati dan hampa. Yesus dalam Injil hari ini juga mewartakan sebuah perubahan. Diawali dengan warta kenabian Elia dan pewartaan Yohanes Pembaptis, Allah mewartakan keselamatan dan membuat para ‘pendengar’ menjadi gusar dan gelisah. Yesus datang untuk menggenapi pewartaan dua pribadi ini. Namun, Yesus juga hendak menyatakan bahwa pewartaan Yesus bukan ajakan untuk hadir dan terlibat dalam kemuliaanNya saja, namun juga menerima segala konsekuensi, yaitu turut menderita dan memanggul salib bersama Dia. Peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung ini, hendak membuka mata rohani murid-muridNya untuk semakin teguh dan kuat dalam mengikutiNya. Semoga kita pun diteguhkan untuk mengikutiNya, bukan hanya dalam kemuliaanNya, namun juga berani ambil bagian dalam penderitaan dan salibNya.

Selamat pagi, selamat mengambil bagian dalam penderitaan dan salib Tuhan. GBU.
#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »