Renungan Harian, Rabu, 8 Maret 2017

Rabu, 8 Maret 2017
[Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32]

TANDA KEHADIRAN ALLAH DALAM SEGALANYA

Di depan RS Bhayangkara Kelapa Dua agak ke timur, ada sebuah pertigaan yang populer disebut dengan pertigaan ‘Jengkol’. Namun, anehnya, yang berada di sana adalah replika buah belimbing bukan replika buah jengkol, seperti nama pertigaan tersebut. Sampai hari ini, saya juga tidak tahu kenapa dinamai demikian, namun replika buah belimbing menjadi penanda kalau orang hendak lewat di pertigaan Jengkol tersebut. Dalam hidup sehari-hari kita mengenal bermacam tanda-tanda untuk menandakan sesuatu. Namun, manusia kadang aneh. Di jalan raya, manusia membuat dan menetapkan rambu lalu lintas, namun justru manusia sendiri yang melanggarnya. Namun, yang jelas, tanda-tanda ini, pasti bertujuan supaya sesuatu yang ditandakan atau dihadirkan, dapat memberi efek yang baik kepada siapa saja yang melihatnya.

Hari ini, Yesus, berbicara agak keras kepada para pendengarNya: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Yesus sedang berhadapan dengan orang-orang ‘aneh’ dan bebal. Bagaimana tidak? Mereka meminta banyak tanda, tapi tanda itu ada di hadapan mereka yaitu Yesus sendiri. Dalam kehidupan beriman kita, yang terjadi juga demikian. Kita terkadang mencari banyak hal yang muluk dan kadang mustahil terjadi, namun kehadiran Yesus terwujud dalam sesuatu yang kecil dan sederhana. Tanda kehadiranNya muncul dalam pengalaman-pengalaman kecil, yang kita sendiri kadang melewatkannya, justru karena sepertinya tidak punya arti dalam hidup kita. Allah adalah Maha segalanya, jadi biarlah Dia hadir dan berkarya, sesuai dengan kehendakNya. Tugas kita adalah terbuka dan percaya saja.

Selamat pagi, selamat menemukan tanda kehadiran Allah dalam pengalaman hidup kita. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »