Renungan Harian, Senin, 27 Maret 2017

Senin, 27 Maret 2017
[Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54]

BERBAGI KEMURAHAN HATI TANPA MEMANDANG ‘WAJAH DAN RUPA’

Salah satu yang ditekankan dari gerakan belarasa Berkhat Santo Yusup (BKSY) adalah memupus egoisme paroki, demi bisa membantu banyak orang yang KLMTD di seluas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), tanpa perlu harus mengenal orang yang dibantu. Dengan demikian, setiap orang yang menjadi peserta semakin ‘terasah’ untuk bisa memberikan sesuatu tanpa pamrih, tanpa embel-embel akan ada timbal balik. Dalam kehidupan sehari-hari, lumrah terjadi ketika kita hendak membantu dan menolong orang lain, yang kita pertimbangkan justru latar belakang dan ‘jasa’ orang tersebut bagi hidup kita, atau mungkin juga, seberapa dekatkah kita dengan orang tersebut. Namun, kebutuhan dan kemendesakan orang tersebut untuk segera ditolong justru tidak menjadi prioritas yang mesti didahulukan.

Namun, Injil hari ini mengajarkan kita untuk bisa membantu siapapun tanpa harus memandang ‘wajah dan rupa’. Perbuatan kasih dapat dilakukan tanpa perlu mengenal siapakah yang dibantu. Kemurahan hati dapat hadir dimana-mana tanpa memandang jasa dan kedekatan relasi orang tersebut bagi hidup kita. Kemurahan hati adalah nilai yang berlaku dimana pun, yang mencerminkan kemurahan hati Allah sendiri dalam diri setiap orang. Yesus melakukan kebaikan tanpa harus mengenal terlebih dahulu pribadi pegawai istana: apakah dia seorang Yahudi atau seorang pegawai penjajah Romawai. Namun, Yesus hendak menunjukkan bahwa siapapun, akan dikasihi oleh Allah, bahkan ketika orang tersebut adalah ‘beda’ dari kita. Maka, semoga kita semakin menyerupai Yesus dalam hal mengasihi dan berbagi kemurahan hati.

Selamat pagi, selamat berbagi kebaikan dan kemurahan hati. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »