Renungan Harian, Sabtu, 29 April 2017

Sabtu, 29 April 2017
[Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; Yoh. 6:16-21]

MEMPERCAYAKAN KEHIDUPAN HANYA KEPADA TUHAN

Dulu, saat awal-awal di Jakarta, saya selalu merasa was-was setiap kali harus pulang di atas jam 10 malam. Rasa was-was itu timbul karena kekhawatiran tidak ada transportasi yang bisa menghantar saya dari Jakarta, menuju rumah di Depok. Namun, beruntung kini ada banyak aplikasi yang menyediakan jadwal transportasi, entah kereta atau busway, juga ada ojek online, yang siap menghantar 24 jam, sehingga kekhawatiran itu kini perlahan memudar. Sebuah kepastian membuat manusia menjadi tenang, namun perlu diketahui bahwa hidup adalah sebuah ketidakpastian, sehingga membuat manusia senantiasa dilanda kecemasan dan ketakutan. Dan, di antara sekian banyak ketidakpastian itu, yang pasti adalah Tuhan saja. Tiada lain.

Dalam Injil, dikisahkan para murid yang merasa takut terhadap kecamuk ombak besar, dan Yesus menyerukan: “Inilah Aku, jangan takut!” Seruan Yesus ini, barangkali tidak berarti jika para murid tidak mengenal Yesus sama sekali, karena pasti para murid tidak akan begitu saja mempercayakan segalanya kepada Yesus. Namun, karena Yesus sudah dikenal para murid, mereka pun dapat terhindar dari rasa takut dan berani untuk terus melangkah. Hidup kita adalah sebuah perjalanan, dan waktu mendatang adalah sesuatu yang tidak pernah pasti. Terlalu banyak misteri yang membuat kita selalu merasa takut. Kadang kita ingin meramal untuk mencari pegangan, namun lebih baik kalau kita lebih dulu mengenal Tuhan dan dengan demikian, kita sudah mengenal pribadi yang akan membawa kita pada tujuan akhir kehidupan.

Selamat pagi, selamat mempercayakan kehidupan hanya kepada Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »