Renungan Harian, Kamis, 6 April 2017

Kamis, 6 April 2017
[Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59]

TAAT DAN SETIA KEPADA SABDA TUHAN

Beberapa hari lalu, mengikuti ibadat peringatan salah satu umat lingkungan yang meninggal 40 hari lalu, dan saya sempat membayangkan, mungkin di antara pasangan suami istri pernah terjadi percakapan demikian ini: “Kalau sekiranya saya meninggal lebih dahulu darimu, apakah engkau nanti akan menikah lagi dengan orang lain?” Pasangannya tentu akan terkejut dengan pertanyaan tak terduga ini, dan lekas menjawab: “Kita sudah puluhan tahun hidup bersama, maka selamanya tidak akan terceraikan. Meski salah satu di antara kita akan menghadap Allah terlebih dahulu, saya akan tetap setia pada janji pernikahan kita. Kita akan saling menantikan di surga sana.” Yah, mungkin percakapan di atas adalah sebuah bayang dan lamunan, tapi barangkali banyak pasangan suami istri yang mengalami hal-hal demikian. Bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang terus menerus diusahakan dan diperjuangkan.

Bacaan Injil hari ini, mengingatkan kembali soal janji Allah kepada Abraham bahwa akan tetap menyertai keturunan Abraham, asalkan bangsa Israel tetap setia kepada Allah. Yesus menegaskan kembali bahwa siapa yang menuruti firmanNya, dia tidak akan binasa selama-lamanya. Seperti janji suami dan istri untuk setia, maka keselamatan kekal menjadi nyata, ketika kita berusaha untuk taat dan setia kepada Allah. Dalam pekerjaan kita sehari-hari, kesetiaan adalah nilai yang penting: karyawan kantor setia pada peraturan, biarawan-biarawati setia pada panggilan, yang berkeluarga setia pada pasangan. Barangsiapa taat dan setiap kepada Sabda Tuhan, akan mampu mengarahkan hidupnya kepada Yesus yang menjanjikan kehidupan kekal. Yesus lebih besar dari nabi-nabi yang muncul sebelumnya, dan akan menyertai kita sampai pada akhirnya.

Selamat pagi, selamat untuk menekuni kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan. GBU.
#james5buceng2

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »