Renungan Harian, Sabtu, 22 April 2017

Sabtu, 22 April 2017
[Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15]

KERAGU-RAGUAN SEBAGAI PROSES BERIMAN

Setiap hari dimulai dari bangun tidur, hidup kita adalah sebuah pilihan. Ingin segera bangun dan mandi, atau malas-malasan dan menunggu siang? Ingin segera berangkat kerja atau duduk-duduk sambil ngopi? Ingin naik kereta atau busway? Ingin makan di warteg atau di restoran mahal? Ya, pilihan-pilihan seperti ini tidak akan lepas dari kehidupan kita. Dan, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus memilih salah satu, dan tidak mungkin menjalani kedua-duanya. Namun, terkadang, terhadap pilihan yang kita pilih sendiri, ada keraguan atau bahkan kekecewaan setelah memilihnya. Sering kita bergumam sesal, “Wah kok aku tidak milih yang itu saja ya?” Atau, “Ah, salah aku memilih ini.” Dalam perkara yang sederhana, kadang kita juga dibuat bimbang, apalagi dalam perkara yang besar, misalnya dalam pilihan atau panggilan hidup, pekerjaan dan pasangan hidup. Tentu, dalam hal ini semua tidak mudah, apalagi kalau menyangkut juga hidup beriman. Beriman bukan berarti segalanya menjadi mudah dan lancar, karena kadang kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak jelas atau ‘abu-abu’. Dalam sesuatu yang tidak jelas ini, orang cenderung urung memilih dan menjadi ragu.

Masih meneruskan tentang peristiwa iman dalam kebangkitan Kristus. Kebangkitan barangkali menjadi momen yang tidak mudah diterima, sehingga tidak membuat orang menjadi percaya dan memilihnya sebagai bagian dalam hidup beriman. Para murid, sebagai orang yang diberi anugerah untuk menjadi saksi mata, pun bahkan mengalami keragu-raguan. Namun, beriman adalah sebuah proses, dan Kristus menyertai senantiasa dalam proses tersebut. Yesus yang berulang kali menampakkan diri pun menjadi cara agar para murid semakin percaya bahwa kebangkitan-Nya adalah nyata. Ragu-ragu atas pilihan untuk percaya adalah menjadi bagian dari usaha setiap orang untuk beriman semakin baik, namun kasih setia Kristus jauh lebih besar dari setiap bentuk keraguan manusia. Semoga kita pun terbuka untuk senantiasa berproses dalam beriman.

Selamat pagi, selamat menjalani proses dalam beriman. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »