Renungan Harian, Selasa, 18 April 2017

Selasa, 18 April 2017
[Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18]

BERANI MELEPASKAN DEMI SEMAKIN LUASNYA SUKACITA DAN KESELAMATAN

Persis sebulan lalu, Uskup baru Keuskupan Agung Semarang diumumkan. Saya sendiri merasa bahagia dan bersyukur karena yang terpilih menjadi uskup adalah dosen dan pembimbing rohani saya sendiri. Tentu ada kebanggaan, namun juga ‘kehilangan’ karena bagi saya, beliau adalah sosok bapa rohani yang mendampingi dalam setiap pergulatan selama saya menjalani formatio di seminari, namun kini harus pindah demi mengemban tugas yang baru. Banyak rekan-rekan yang merasakan hal yang sama, gembira sekaligus sedih karena ‘kehilangan’. Memang, dinamika hidup manusia tidak bisa lepas dari kisah perpisahan, saling melepas dan kehilangan, namun perkara perpisahan, saling melepas dan kehilangan ini dapat menjadi sesuatu yang bermakna ketika kita selalu percaya dan yakin bahwa dalam peristiwa itu ada sesuatu yang baru dan lebih banyak sukacita dan berkat yang kemudian bisa dibagikan.
Begitulah Maria Magdalena yang terpesona dengan sosok kehadiran Yesus, dan merasa kehilangan ketika Yesus wafat. Namun, Yesus ketika menampakkan diri mengatakan: “Janganlah engkau memegang Aku. Tapi pergilah!” Maria Magdalena harus kehilangan dan melepaskan orang yang dikagumi, supaya semakin banyak keselamatan yang terjadi. Di dalam hidup, kita bisa memiliki kekaguman tertentu terhadap seseorang atau sesuatu, namun akan ada waktu ketika kita ‘kehilangan’ sesuatu dan seseorang yang dikagumi. Namun, sedalam apapun kekaguman dan penghormatan, kita harus berani melepaskan supaya semakin banyak sukacita dan keselamatan yang terjadi di semakin banyak tempat dan waktu.

Selamat pagi, selamat berbagi sukacita dan keselamatan dalam kehidupan. GBU.
#james5buceng2


Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »