Renungan Harian, Senin, 3 April 2017

Senin, 3 April 2017
[Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Yoh. 8:1-11]

TERBUKA HATI UNTUK MEMOHONKAN PENGAMPUNAN

Pada tanggal 13 Mei 1981, Paus Yohanes Paulus II ditembak oleh Mehmet Ali Agca, seorang militan Turki, di Lapangan Santo Petrus. Beruntung, percobaan pembunuhan terhadap Paus ini hanya membuat Paus terluka di lengan, dan si penembak, pun berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Yang mengharukan, pada 27 Desember 1983, Paus menjenguk si penembak ini di penjara, dan keduanya berbincang cukup lama. Paus mengatakan kepada Ali Agca, bahwa dosanya diampuni melalui perantaraan doa-doa Paus sendiri. Dan yang menarik kembali, pada tahun 27 Desember 2014, Ali Agca ini datang ke Vatikan untuk menaruh dua ikat mawar ke pusara Paus Yohanes Paulus II, sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah memberi pengampunan kepadanya. Betapa kekuatan sebuah pengampunan itu sedemikian dahsyatnya, mampu menjadikan segala sesuatu menjadi baru kembali, dan yang rusak dapat diperbaiki kembali.

Melalui bacaan Injil hari ini, kita juga belajar soal pengampunan. Dikisahkan ketika ahli Taurat dan orang Farisi membawa perempuan yang berzinah kepada Yesus. Namun Yesus justru berkata: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Yesus tidak menghukum dan justru menyampaikan sebuah pengampunan dan memberi kesempatan kepada wanita itu untuk memulai hidup baru. Yesus mengajarkan kita untuk tidak pernah menghakimi orang lain, karena dengan menghakimi orang lain, kita menjad sombong di hadapan Allah. Allah saja memberi pengampunan, kenapa kita justru tidak? Dan perkara dosa, tidak ada dosa yang besar atau dosa yang kecil, namun yang terpenting adalah kesediaan diri untuk memohonkan ampun kepadaNya.

Selamat pagi, selamat membuka hati untuk memberi pengampunan kepada sesama. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »