Renungan Harian, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN, Kamis, 25 Mei 2017

Kamis, 25 Mei 2017
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
[Kis 1:1-11, Mzm 47:2-3,6-7,8-9; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20]

PENGALAMAN KEBERSAMAAN DAN KASIH ALLAH MEMBUAT KITA SEMAKIN MANTAP DAN BERANI MEWARTAKAN KRISTUS

Ketika hendak menulis renungan tentang hari raya kenaikan Tuhan, saya secara spontan juga teringat dengan Uskup KAS baru, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Perasaan dominan yang dirasakan, semenjak pengumuman sampai tempo hari ditahbiskan, adalah sukacita sekaligus sedih. Sukacita, karena beliau yang adalah pembimbing rohani saya sejak masuk pertama kali di Kentungan, kini menjadi gembala utama KAS. Tentu ada rasa bangga tersendiri, karena pernah ‘dibimbing’ oleh uskup hehe…. Sedih, karena saya harus berganti pembimbing rohani, dan harus ‘kehilangan’ kesempatan untuk mendengarkan nasehat-nasehat rohani dari beliau sebagai pembimbing rohani. Sampai sekarang, sudah tak terhitung sekian banyak nasehat rohani yang sudah saya dengar dari beliau, dan tidak sedikit pula dari nasehat rohani tersebut, senantiasa menginspirasi, meneguhkan dan memberi kekuatan dalam perjalanan saya sampai hari ini. Dan bersama dengan perasaan yang masih ‘campur-aduk’ itu, terselip sebuah harapan bahwa dalam segala sesuatu, kehendak Tuhan adalah yang utama dan penting. Mgr. Robertus Rubiyatmoko, barangkali kini telah pergi (sebagai pembimbing rohani), namun beliau tidak pergi dalam arti yang sesungguhnya, karena beliau kini mengemban tugas yang jauh lebih besar dan mulia, yaitu menggembalakan umat Allah di KAS.

Kehilangan orang yang begitu dekat dan begitu dikasihi, membawa kesedihan bagi orang yang ditinggalkan. Begitu pula yang dialami oleh para murid yang ‘ditinggal’ Yesus naik ke surga. Para murid, harus merelakan Yesus pergi setelah sekian lama bersama. Dalam rasa kehilangan itu, para murid berada dalam kekuatiran, dan seolah tanpa arah. Namun, Yesus tidak ingin para murid larut dalam kesedihan, dan justru memaklumkan sebuah perutusan: “Kamu akan menjadi saksiKu sampai ke ujung bumi.” Yesus ingin supaya para murid yang sudah terlebih dahulu mengalami kebersamaan dan kasih Yesus ini, kini meneruskan kasih itu kepada semua orang. Kebersamaan dan pengalaman kasih yang dialami oleh para murid, telah membuat mereka menjadi kuat, apalagi Yesus menjanjikan Roh Kudus (yang akan dicurahkan pada hari Pentakosta), sehingga melalui Roh Kudus ini, langkah menjadi semakin mantap dan keberanian terus ditumbuhkan. Semoga, kita pun, selalu mengenali kebersamaan dan pengalaman kasih, yang kita yakini, lebih besar dari apapun di dunia ini, sehingga berbekal itu semua, kita semakin mantap dan berani bersaksi tentang Kristus sendiri, dimanapun kita berada.

Selamat pagi, selamat bersaksi tentang Kristus sampai ke ujung bumi. GBU.
#james5buceng2


Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »