Renungan Harian, Kamis, 18 Mei 2017

Kamis, 18 Mei 2017
[Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11]

SUKACITA DALAM SETIAP PENGALAMAN

Setelah sekian lama hidup di asrama, waktunya liburan adalah waktu yang paling menyenangkan. Perjumpaan dengan orang tua dan sanak saudara adalah perjumpaan yang takkan tergantikan oleh apapun juga. Kadang, kegiatan yang dilakukan sewaktu liburan adalah kegiatan yang teramat biasa, bahkan tak jarang sepertinya adalah kegiatan yang membuang-buang waktu, namun indahnya sebuah perjumpaan tak bisa tergantikan oleh hal apapun juga, bahkan oleh waktu itu sendiri. Kesempatan perjumpaan seperti ini, adalah kesempatan untuk saling meneguhkan, kala mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun, sekaligus juga kesempatan untuk saling membagikan sukacita, kala kegembiraan adalah hal yang dominan dalam perasaan. Hidup memang bisa naik turun, namun kesempatan untuk berbagi cerita adalah kesempatan untuk saling belajar menghadapi kenyataan hidup, dari mereka yang jauh berpengalaman, dari mereka yang memiliki sekian banyak cara untuk berhadapan dengan hidup, dengan cara yang penuh sukacita.

Bacaan Injil hari ini memang berbicara tentang penting artinya membagi sukacita. Yesus bersabda: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Perihal sukacita, bukan perkara waktu dan keadaan namun lebih ke soal pilihan. Mungkin, kenyataan hidup begitu pahit dan mengkhawatirkan, namun ketika kita berani untuk tetap bersukacita, maka kegembiraan adalah keutamaan yang hendak ditampakkan. Yesus hendak menjanjikan sukacita tersebut, ketika kita terus mengkaitkan hidup denganNya dalam segala situasi. Hidup memang dinamis, namun Yesus adalah sama, yaitu Yesus yang menawarkan sukacita hidup. Semoga kita tetap merasakan dan membagikan sukacita sekalipun berhadapan dengan situasi yang pahit dan mengkhawatirkan.

Selamat pagi, selamat bersukacita dalam Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »