Renungan Harian, Kamis, 4 Mei 2017

Kamis, 4 Mei 2017
[Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51]

MENGARAHKAN SETIAP DOA HANYA KEPADA TUHAN

Di bulan Mei, yang adalah bulan Maria, banyak orang yang berbondong-bondong mengunjungi tempat-tempat ziarah, di dalam negeri atau luar negeri. Bagi beberapa orang, tempat ziarah tertentu, menghadirkan kesan tertentu, atau menghadirkan aura rohani yang membuat mereka selalu ingin kembali. Mungkin karena suasananya yang damai dan tenteram, nyaman untuk berdoa, atau di tempat itu, pernah mendapat pencerahan dan ‘sentuhan’ dari Tuhan, sehingga selalu berkesan dan ingin mengulangi lagi untuk mengunjungi. Bahkan ada yang merasa bahwa memiliki ikatan batin yang mendalam dengan tempat ziarah tertentu, sehingga bersedia datang kapanpun ke tempat tersebut, untuk berdoa. Itu tidak salah, tapi menjadi masalah ketika kita lalu tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan, hanya karena tidak berada di tempat yang di sana kita memiliki kedekatan atau ikatan batin, seperti yang disebutkan tadi. Kehadiran Tuhan menjadi terbatasi oleh sebuah ruang, padahal Dia senantiasa di dalam hati.

Maka, dari itu, Yesus pada hari ini menegaskan bahwa diriNya adalah Roti Hidup yang turun dari surga, dan jika makan Roti tersebut, orang akan hidup selama-lamanya. Maka, kalau dikaitkan dengan orang berziarah tadi, yang menjadi daya tarik, bukanlah sekedar tempat yang nyaman, damai dan tenteram; atau ikatan batin yang mendalam dengan tempat ziarah tertentu, namun daya tariknya ada pada Tuhan sendiri. Sehingga, tanpa harus memiliki keadaan tertentu, kita bisa tetap berdoa dan membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan. Bahkan Yesus menjanjikan bahwa ketika kita bisa membangun relasi yang dalam dengan Tuhan, kita akan hidup selamanya. Pun, dalam kehidupan di dunia, Roti Hidup ini akan meneguhkan dan memberi kekuatan dalam perjalanan hidup kita. Maka, semoga, setiap doa kita menjadi berkualitas, bukan karena berada di tempat atau waktu tertentu, tapi sungguh karena Tuhan sendiri-lah yang menjadi arah dan tujuan dari setiap doa kita.

Selamat pagi, selamat mengarahkan setiap doa hanya kepada Tuhan. GBU.


#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »