Renungan Harian, Minggu, 28 Mei 2017

Minggu, 28 Mei 2017
(HARI MINGGU PASKAH VII
Hari Minggu Komunikasi Sedunia
Kis. 1:12-14; Mzm. 27:1,4,7-8a; 1Ptr. 4:13-16; Yoh. 17:1-11a)

BERKUMPUL DAN BERDOA

Selama tiga hari di pulau Bangka, menjadi kesempatan yang istimewa, karena bisa mengunjungi setidaknya 5 Gua Maria, selain beberapa kuil dan pantai. Pengalaman mengunjungi Gua Maria juga menjadi kesempatan yang sungguh berarti karena kami bisa berdoa dan memanjatkan segala permohonan dalam kebersamaan sebagai umat lingkungan. Dan dalam kebersamaan tersebut, hasrat dan kerinduan yang besar untuk berdoa menjadi semangat kami, sehingga meski beberapa tempat mesti ditempuh dengan jarak yang cukup jauh, namun semua terbayar ketika bisa bersama-sama bersatu, berkumpul dan akhirnya berdoa bersama.

Berkumpul dan berdoa! Sebuah kebiasaan baik, yang barangkali sudah mulai luntur dalam hidup bersama. Karena semua orang punya kesibukannya sendiri-sendiri. Duduk semeja, bisa jadi tak sehati karena masing-masing sibuk dengan HPnya masing-masing. Saya pun sering menjadi pelakunya. Komunikasi tidak dilakukan dari wajah ke wajah, dari mulut ke mulut dan dari hati ke hati, tapi lewat perangkat satu ke perangkat lain, dengan saling memposting gambar dan saling memberi komentar.

Hari Minggu Paskah VII juga diperingati sebagai Hari Minggu Komunikasi Sedunia, dan kita diingatkan penting dan berharganya sebuah komunikasi. Berkumpul dan berdoa adalah komunikasi. Komunikasi dilakukan secara horisontal, dengan saudara, kerabat, sahabat dan sekeluarga, pun akhirnya komunikasi secara vertikal dengan Allah sendiri. Seperti teladan Yesus yang berdoa kepada Allah bagi para muridNya. Dan dengan misteri salibNya, Yesus telah berbagi hidup dan kasih dengan kita semua.

Semoga kebiasaan untuk berkumpul dan berdoa, membuat kita semakin mantap dalam berelasi erat dan mesra dengan Allah dan sesama.

Selamat pagi, selamat berkumpul dan berdoa. GBU.

#james5buceng2

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »