Renungan Harian, Senin, 22 Mei 2017

Senin, 22 Mei 2017
[Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 - 16:4a]

PASRAH DALAM SETIAP PENGALAMAN DAN PERJUMPAAN

Beberapa bulan yang lalu, saya masih ingat kejadian yang tidak mengenakkan di stasiun Lempuyangan. Waktu itu, selepas keluar gerbang stasiun, saya sigap memesan taksi online, dan setelah komunikasi dengan driver, saya diberi 'ancer-ancer' harus menunggu dimana dan saya melakukan hal tersebut. Namun, tak dinyana ketika taksi online pesanan saya datang dan saya sudah hampir masuk mobil, dari kejauhan driver taksi reguler meneriaki kami, dan bahkan dengan kata-kata yang kasar. Saya sempat deg-degan kalau sampai dikejar. Namun, untungnya tidak. Batin saya, mungkin driver taksi reguler ini merasa tersaingi dengan kehadiran taksi online, sehingga sampai bisa memangkas penghasilan mereka. Bisa jadi.

Namun, dari pengalaman itu saya belajar tentang sebuah sikap yaitu pasrah. Dalam Injil dikatakan bahwa: "Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. " Hidup kita sudah ada yang mengatur, dan termasuk di sana yaitu perihal rejeki. Mungkin driver taksi reguler berpandangan sempit sehingga tidak melihat rahmat Tuhan dari sisi hidup yang lain. Kita sering mengeluh kalau kita merasa berkekurangan, atau yang kita terima tidaklah sesuai dengan harapan, namun segala hal telah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan: rejeki, pengalaman dan perjumpaan. Jika kita resah, maka marilah kita belajar berpasrah, karena dalam setiap kepasrahan terkandung iman yang dalam kepada Tuhan, dan hanya Tuhanlah satu-satunya andalan hidup kita.

Selamat pagi, selamat berpasrah pada Tuhan. GBU.

#james5buceng2

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »