Renungan Harian, Kamis, 21 Juni 2017

Kamis, 22 Juni 2017
[2Kor. 11: 1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,7-8; Mat 6:7-15]

YANG TERUTAMA ADALAH RELASI YANG ERAT DAN MENDALAM DENGAN TUHAN

Dalam sebuah kesempatan, ketika mendampingi rekoleksi untuk anak-anak sekolah, saya minta salah satu anak untuk memimpin doa. Namun, tidak satu pun yang bersedia untuk memimpin doa. Bahkan, yang terjadi adalah saling menunjuk. Akhirnya, saya sendiri yang memimpin doa. Sesi berikutnya, saya minta salah satu lagi untuk memimpin doa, namun ‘adegan’ saling menunjuk untuk memimpin doa, terjadi lagi. Dan, saya sendiri akhirnya yang memimpin doa. Pengalaman itu kelihatannya sesuatu yang sepele, dan sering terjadi, namun itu juga bisa menandakan bahwa kita sebagai orang Katolik, belum memiliki kebiasaan atau habitus berdoa yang baik. Salah satu penyebabnya, mungkin kita sering membayangkan bahwa berdoa itu harus memakai kata-kata yang indah, rapi dan teratur. Padahal doa yang baik, adalah doa yang muncul dari kedalaman hati.

Hari ini, Yesus mengajari kita untuk berdoa yang sederhana dan mudah, yaitu doa Bapa Kami. Doa ini, tentu sudah sangat kita hafal, namun kadang melalaikan tentang arti maknanya. Namun, lebih dari itu Yesus hendak mengajak kita untuk senantiasa berdoa setiap hari dalam keadaan apapun. Yesus mengajari kita untuk berdoa dengan tidak bertele-tele, karena kita berdoa kepada Tuhan. Tuhan adalah maha besar, yang sudah mengetahui segala kebutuhan kita, bahkan sebelum kita mengucapkan doa-doa kita. Yang dimohon Tuhan kepada kita, adalah ketulusan hati, sehingga terjalin komunikasi dan relasi yang erat antara kita dan Tuhan sendiri. Semoga doa-doa kita, membuat kita semakin dekat kepada Tuhan, karena kesatuan erat dengan Tuhan jauh lebih penting, dibandingkan indahnya rumusan kata-kata dari doa.

Selamat pagi, selamat mengakrabkan diri dengan Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »