Renungan Harian, Sabtu, 17 Juni 2017

Sabtu, 17 Juni 2017
[2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37]

KEJUJURAN SEBAGAI SUMBER KEBENARAN

Lebaran sebentar lagi. Yang selalu identik dengan perayaan lebaran, selain THR adalah harga-harga kebutuhan yang melambung tinggi. Harga yang melambung tinggi ini, membuat orang ‘mengakali’ dengan berbagai macam cara. Namun, tetap ada yang berusaha keuntungan dengan merugikan orang lain. Pernah kita dengar tentang beredarnya beras ‘plastik’, dan kasus serupa ayam ‘tiren’, tahu dengan kandungan boraks, bakso daging celeng, makanan dengan pewarna pakaian dan seterusnya. Perbuatan ini adalah sebuah usaha untuk membohongi orang lain, dengan menampilkan sesuatu yang kelihatannya baik dan sempurna. Namun, di balik sesuatu yang kelihatannya sempurna dan baik ini, tersimpan kepentingan pribadi. Kebenaran dan kejujuran barangkali menjadi barang ‘langka’ karena kebenaran sering dipelintir dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Hari ini Yesus mengingatkan semua untuk menjunjung kejujuran sebagai salah satu cara untuk memperoleh kebenaran yang sejati. Memang, kalau sekarang, orang yang berkata jujur, akan selalu memiliki resiko yang tidak menyenangkan. Buktinya, tidak banyak orang jujur di negeri kita yang ‘bertahan’, karena mereka ‘dihilangkan’ dengan berbagai macam cara oleh orang-orang yang tidak jujur. Yesus mengingatkan pula untuk mengatakan segala sesuatu dengan kejujuran, tidak perlu berbelit-belit dan dibungkus dengan alasan-alasan tidak penting. Cukup katakan ‘ya’ atau ‘tidak’. Hal yang lebih daripada itu, sudah pasti berasal dari si jahat. Mari kita belajar untuk menjadi pewarta kebenaran, dimulai dengan berani jujur dalam tindakan-tindakan sepele dan sederhana.

Selamat pagi, selamat menjadi pewarta kebenaran. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »