Renungan Harian, Senin, 5 Juni 2017

Senin, 5 Juni 2017
[Tob. 1:1a,2a,3; 2:1b-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Mrk. 12:1-12]

MENGGARAP LAHAN TUHAN DENGAN GIAT DAN PENUH SEMANGAT

Saya adalah orang desa, bahkan bisa dibilang 'nggunung', dan kehidupan di desa lekat dengan kehidupan bercocok tanam atau bertani. Menjadi petani berarti juga harus bekerja dengan giat, karena mengusahakan tanah dengan kerja keras sekalipun, kadang hasilnya tidaklah seberapa. Maka, saat ini, bertani butuh pula perencanaan dan kecermatan serta langkah-langkah matang dan cerdik, termasuk dalam persiapan bibit serta tanah yang memadai supaya menghasilkan panenan yang berkualitas. Panenan yang bagus selalu dihargai dengan baik, dan tidak pernah kehilangan peminat, sedangkan panenan yang kurang bagus atau jelek, biasanya tidak mudah mendapatkan pembeli atau hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Gambaran tentang dunia pertanian ini akan menghantar kita pada permenungan Injil hari ini.

Yesus menggambarkan bahwa hidup beriman itu seperti menggarap ladang milik Tuhan. Harapannya, kita beriman dengan giat dan penuh semangat, supaya mendapat 'panen' melimpah. Namun, tentang cara dan waktunya, Tuhan senantiasa memberikan kebebasan. Tuhan hanya akan menunggu di akhir zaman, saat musim panen tiba, yaitu menerima 'setoran' hasil panen. Kita juga sudah dilengkapi sarana untuk menggarap lahan tersebut, yaitu semua hal yang kita dapat di dalam Gereja. Yang perlu diingat bahwa, Tuhan akan 'menagih' panen tanpa kompromi. Maka, jangan sampai panenan kita hampa atau bahkan tidak menyetorkan apapun. Semoga, dengan segala kebebasan soal waktu dan cara kita, hidup beriman kita senantiasa bertumbuh, dan berbuah panenan yang melimpah.

Selamat pagi, selamat menggarap kebuh dan lahan Tuhan. GBU.

#james5buceng2
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »