Renungan Harian, Minggu, 3 September 2017

--“KAWAN-KAWAN SEPERJALANAN”—

Hari Minggu Biasa XXII
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
[Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27]

HATI DAN PIKIRAN SELARAS DENGAN KEHENDAK ALLAH

Memberi hadiah kepada teman atau sahabat yang berulangtahun, tentu sebuah perbuatan yang sangat terpuji. Hal ini menjadi tanda kasih sekaligus perhatian yang bisa kita berikan kepada sahabat dan teman yang berulangtahun. Nah, di dalam angkatan, perhatian kepada teman yang berulangtahun pun, salah satunya adalah dengan memberi sesuatu, selain mendoakannya. Sebelum memberikan hadiah, biasanya teman-teman akan ‘kasak-kusuk’, saling memberi usul dan pendapat, supaya nanti hadiah yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Tidak harus mahal namun berguna bagi yang menerimanya. Namun, kadang ada juga kekecewaan, jika kita tahu bahwa hadiah yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan, padahal dalam benak kita, hadiah tersebut sangat pas dan cocok dengan teman tersebut. Memang, keinginan, persepsi atau anggapan yang muncul, tidak mesti sesuai dengan keinginan orang lain. Maka, kita belajar untuk tidak mementingkan ego, namun belajar untuk peka pada kebutuhan orang lain, atau bahkan kebutuhan bersama.

Hari ini kita mendengar bagaimana sosok Petrus yang menggebu-gebu dalam menanggapi perkataan Yesus, namun hati dan pikirannya tidak terarah pada kehendak Yesus sendiri. Petrus spontan menarik Yesus dan seolah hendak melindungi Yesus, ketika berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekal-kali takkan menimpa Engkau!” Namun Yesus tidak berkenan karena perbuatan itu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kadang kita pun seperti Petrus, yang lebih senang memikirkan kepentingan dan kesenangan diri sendiri, atau berpikir menggunakan persepsi dan konsep yang dibuat oleh diri, daripada menggunakan hati dan pikiran untuk mencari tahu terlebih dahulu kehendak Allah sebelum bertindak. Kita sering merasa bahwa tindakan kita yang paling benar, padahal bisa saja hal tersebut tidak berkenan di hadapan Allah. Maka, semoga kita belajar untuk mencari tahu dan mengenal kehendak Allah dalam kehidupan, sebelum sungguh bertindak dan melangkah, agar hati dan pikiran kita sungguh sehati dengan kehendak Allah sendiri.

Selamat pagi, selamat menyelaraskan pikiran dan hati pada kehendak Allah. GBU.


#jakal7#frdidik#20
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »