Mgr Ignatius Suharyo : Keluarga Hendaknya Menjadi Tempat Belajar Berhikmat

bksykaj.com Keluarga berperan besar dalam mendidik anak untuk bisa mengerti yang baik dan yang benar. Pada gilirannya anak akan bisa memilih yg baik dan yang benar. Tahun ini adalah tahun Berhikmat, umat diajak meneladani Keluarga Kudus untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pembelajaran untuk berhikmat. Demikian pesan kotbah yang disampaikan oleh Mgr Ignatius Suharyo dalam misa bersama yang dihadiri relawan, pengurus, donatur, pegiat, dan para rasul BKSY dan umat lingkungan setempat pada Sabtu, 09 Maret 2019.

BKSY sebagai salah satu gerakan belarasa Keuskupan Agung Jakarta, yang diresmikan dan disupport penuh oleh Bapak Uskup telah berusia lima tahun. Dalam waktu-waktu tertentu yang sudah terjadwal, Bapak Uskup bertemu sekaligus menyemangati para relawan, pengurus, donatur, pegiat, para rasuk BKSY dan lain-lain, yang diawali dengan misa.  Untuk bulan Maret 2019, misa berlangsung di Lingkungan Santo Eugenius De Mazenod, Paroki  Lubang Buaya Gereja Kalvari, di rumah Bapak F.A. Wiyono, salah satu pegiat BKSY.  Bapak Uskup didampingi konselebran Romo Joseph Kristanto, pr ( moderator BKSY), Romo Johan Ferdinand, pr (Pastor Paroki Kalvari) dan Romo Yos Bintoro, pr (Wakil Uskup Umat Katolik di Lingkungan TNI & Polri)



Dalam kotbahnya, Mgr Ignatius Suharyo menyampaikan hal-hal sebagai berikut :  

1. Syukur bahwa dengan misa di lingkungan ini mengingatkan gagasan genius dari Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ yang pada tahun 1934 sudah mencanangkan gagasan tentang lingkungan yang dulu istilahnya kring. Gagasan pokok dengan gereja lingkungan adalah gereja yang mengakar, akrab dan berwawasan lingkungan. Bibit Gaudium et Spes sudah disuarakan oleh Mgr. Soegija jauh sebelum Konsili Vatikan II.

2. Terkait dengan bacaan Injil, Mgr. Haryo menegaskan sosok Yesus yang mampu memilih yang baik dan benar. Pertanyaannya adalah darimana Yesus belajar untuk bisa memilih yang baik dan yang benar? Sejak Yesus dibaptis dalam usia 28-an tahun, pastilah itu keputusan sadar sebagai orang yang cukup dewasa. Demikian pula saat dihadapkan godaan-godaan dicobai iblis. Yesus mampu memilih yang baik dan yang benar. Hikmat seperti itu Ia dapat dari mana?

3. Keluarga berperan besar dalam mendidik anak untuk bisa mengerti yang baik dan yang benar. Pada gilirannya anak akan bisa memilih yg baik dan yang benar.

4. Yesus juga berani memilih semangat miskin meskipun ia bukan orang miskin. Semangat miskin maksudnya semangat hanya mengandalkan kekuatan Allah sehingga tidak mudah tergiur pada godaan iblis. Semangat miskin membuat Yesus semakin berhikmat sehingga makin mudah berbelarasa.


5. Semoga keluarga-keluarga di lingkungan semakin berhikmat sehingga menjadi semakin berbelarasa dengan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, sehingga pada gilirannya juga memiliki sumbangsih bagi terciptanya bangsa yg semakin bermartabat. 

Selesai misa dilanjutkan dengan ramah tamah, sharing dari romo dan umat yang hadir serta pengenalan gerakan menabung oleh Dwita Pradana, pegiat BKSY Pusat. (ben/fcp/khs)



Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »