Tabungan Kasih - Teladan Bapak Uskup



bksykaj.com BKSY sebagai salah satu gerakan belarasa Keuskupan Agung Jakarta, yang diresmikan dan disupport penuh oleh Bapak Uskup, Mgr. Ignatius Suharyo, telah berusia lima tahun. Dalam waktu-waktu tertentu yang sudah terjadwal, Bapak Uskup bertemu sekaligus menyemangati para relawan, pengurus, donatur, pegiat, para rasuk BKSY dan lain-lain, yang diawali dengan misa. Untuk bulan Maret 2019, misa berlangsung di Lingkungan Santo Eugenius De Mazenod, Paroki  Lubang Buaya Gereja Kalvari, di rumah Bapak F.A. Wiyono, salah satu pegiat BKSY.  

Salah satu pesan dan harapan Bapak Uskup dalam kotbahnya adalah semoga keluarga-keluarga di lingkungan semakin berhikmat sehingga menjadi semakin berbelarasa dengan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel sehingga pada gilirannya juga memiliki sumbangsih bagi terciptanya bangsa yang semakin bermartabat. 

Belarasa, peduli, berbagi adalah keutamaan - keutamaan yang menjadi semangat / spirit BerKHat Santo Yusup (BKSY) untuk mewujudkan nilai-nilai kasih. Sebab tiada kasih tanpa peduli, tiada peduli tanpa berbagi.

Selepas misa, Mgr Ignatius Suharyo menyerahkan dua celengan kepada Bapak Parno Isworo, selaku pengurus BKSY, sebagai perwujudan kasih membantu yang kekurangan, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Menurut Bapak Uskup, celengan yang kemudian disebut sebagai Tabungan Kasih tersebut, beliau letakkan di kamar (ruang kerja) Bapak Uskup. Setiap hari beliau menyisihkan uang kemudian dimasukkan ke dalam celengan tersebut. Intensinya adalah berbagi dengan mereka yang papa miskin. 


"Sebagai warga Katolik sudah layak dan sepantasnya kita meniru teladan yang sudah diberikan oleh Bapak Uskup," demikian, Bernardus Dwita Pradana, pemandu acara menyampaikan kepada umat yang hadir. Untuk itu diharapkan setiap hari masing-masing keluarga menyisihkan sebagian rejeki keluarga dengan cara menabung yang intensinya berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Uang yang kita sisihkan setiap hari ke dalam Tabungan Kasih, mungkin jumlahnya kecil, tetapi bila terkumpul akan sangat bernilai bagi orang lain. Itulah semangat yang kita bangun. Semangat belarasa, aksi nyata yang sesungguhnya. Kita ikut gerakan belarasa karena panggilan mewujudkan kasih yang nyata kepada sesama yang menderita. Kita yakin Tuhan pasti memberkati dan memberikan jalan sebab kita memiliki tujuan yang jelas dan ikhlas. 

Banyak umat yang merasa berat untuk berbagi Rp 80.000 per tahun melalui iuran BKSY. Dengan Tabungan KasihBapak Uskup telah memberikan teladan bagi kita bagaimana cara kita berlatih ikhlas berbagi : sedikit demi sedikit setiap hari. Setelah terkumpul bisa untuk iuran BKSY tahun berikutnya dan selebihnya untuk dana pending coffee.

Selanjutnya kepada umat yang hadir dibagikan Stiker Tabungan Kasih, untuk ditempel di celengan di rumah masing-masing. Semua umat yang hadir diajak untuk meneladan apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Uskup. Dalam pertemuan berikutnya pada bulan Juli 2019 mendatang, semoga semakin banyak orang yang sudah tergerak dan menjadi biasa menyisihkan sebagian anugerah Tuhan bagi orang lain. Sebagaimana perikop Matius 25:40 "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKU yang paling hina ini, kamu sudah melakukannya untuk AKU.", perhatian dan kasih kita kepada orang lain yang kurang beruntung mendapatkan peneguhan. (kas/fcp/khs)  









Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »