Romo Kris : "Sekitar 40% Umat Katolik di KAJ Membutuhkan Bantuan dan Perhatian."







bksykaj.com Romo Joseph Kristanto, PR bersama Team BKSY Pusat terus mengadakan sosialisasi ke paroki-paroki di Keuskupan Agung Jakarta. Kali ini umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet yang masuk teritori Kota Tangerang dan sebagian Kota Tangerang Selatan mendapatkan kesempatan mendengarkan pemaparan dari Team BKSY. Pada misa pada Sabtu (30/3) dan Minggu (31/3) Romo Kris, demikian panggilannya, mempersembahkan misa dan sekaligus memberikan homilinya.

Dalam kotbahnya, Romo Kris menyampaikan beberapa hal menyangkut BerKHat Santo Yusup atau BKSY. BKSY merupakan sebuah gerakan rohani, gerakan belarasa, bergotong royong menolong sesama dalam kesehatan dan kematian kususnya bagi yang kecil lemah miskin terpinggirkan dan difabel. BKSY menjadi cara mengasihi sesama dalam perbuatan yang nyata dengan memberi secara ikhlas tanpa mengharap manfaat bagi diri sendiri. 

Selanjutnya Romo Kris menceritakan kembali sejarah BKSY. Gerakan ini digagas oleh Uskup Agung kita yang merupakan Magister, guru bagi umat Keuskupan Agung Jakarta, yakni Mgr Ignatius Suharyo, pada 30 November 2013. Mgr Suharyo mengajarkan kepada umat KAJ untuk berbelarasa. Hal ini sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta tahun 2011 – 2016, Gereja yang hidup adalah Gereja yang umatnya semakin beriman, semakin bersaudara, semakin berbelarasa. Mgr Suharyo menjadi peserta pertama dengan membayar Rp 80.000 untuk satu tahun.

Adapun manfaat sebagai peserta BKSY adalah mendapat bantuan jika sakit dan dirawat di rumah sakit berupa santunan sebesar Rp 100.000 per hari maksimal 90 hari dalam 1 tahun. Yang kedua jika meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan akan mendapat bantuan sebesar Rp 10 juta. Ditegaskan pula bahwa gerakan BKSY bukan seperti membeli asuransi, melainkan memberi, peduli, belarasa dan berbagi.
  
Ini yang penting, Romo Kris mengajak umat di Paroki Ciledug untuk ikut gerakan iman ini baik sebagai peserta aktif ataupun donatur pending coffee BKSY. Seperti di kedai-kedai kopi ada orang yang membayar lebih nanti untuk yang pengin minum kopi tetapi tidak mampu untuk membayar. Jikalau ada umat yang sudah punya jaminan kesehatan dan berbagai jenis asuransi bukan berarti tidak cocok ikut BKSY.  Justru disini umat dapat menjadi donatur pending coffee bagi yang membutuhkan. 
   
Romo Kris mengajak merefleksikan mukjizat Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan dari anak kecil yang diterima Santo Andreas dan dibawa kepada Yesus. “Zaman sekarang ini kita bisa membuat penggandaan 5 roti dan 2 ikan tersebut dengan bergotong-royong lewat BKSY Rp 80.000 setahun atau Rp 6.700 per bulan, niscaya ribuan orang akan tertolong,” demikian Romo Kris menambahkan.
  
Kemudian Romo Kris memberikan informasi bahwa dari 66 paroki di Keuskupan Agung Jakarta baru 31 Paroki yang ikut BerKHat Santo Yusup atau BKSY, termasuk Paroki Ciledug. Berdasarkan data, sekitar 40% umat Katolik di KAJ ini membutuhkan bantuan dan perhatian. Sebagaimana bacaan Injil hari Minggu ini, Romo Kris memberikan tawaran keada umat untuk memilih sebagai si sulung yang mau ikut masuk dalam pesta suka cita bersama bapa dan si bungsu dengan bermurah hati, atau tidak sama sekali. (khs/komsosstbernadet) 




Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »