Belas Kasih adalah Wajah Kasih Sejati.


Tentang perumpamaan orang Samaria yang baik hati , Paus Fransiskus berkata bahwa sifat orang Kristen sejati adalah selalu murah hati dan berbelas kasih.

Paus Fransiskus pada hari Minggu menjunjung tinggi teladan Orang Samaria yang Baik Hati sebagai teladan bagi orang-orang Kristen. Paus menjelaskan bahwa hanya dengan mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri, kita menunjukkan kasih kepada Allah, dan pada saat yang sama ktia mengekspresikan religiusitas dan kemanusiaan yang sejati.
Berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus merenungkan bacaan Injil pada hari itu yang menceritakan tentang perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati. Sebuah perumpamaan yang digambarkan oleh Paus sebagai harta.

Belas kasih adalah wajah kasih sejati.

“Rahmat terhadap kehidupan manusia dalam keadaan membutuhkan adalah wajah kasih yang sejati,” kata Paus Fransiskus. Bapa Suci  menjelaskan bahwa dengan mencintai sesama yang lain, seseorang menjadi murid Yesus yang sejati dan menampakkan wajah Allah.

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati,” Paus mengutip Injil Lukas. Dia  menyoroti fakta bahwa bagi orang Kristen, Perintah Allah untuk mengasihi sesama adalah aturan kehidupan yang tunggal dan koheren.

Paus Fransiskus mengomentari lebih jauh tentang perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati. Paus menunjukkan bahwa bukan kita, berdasarkan kriteria kita, yang dapat menentukan siapa yang bertetangga dan siapa yang tidak. Tetapi orang yang membutuhkan yang harus mampu untuk mengenali siapa tetangganya, yaitu, "Orang yang memperlakukannya dengan belas kasih".

Paus Fransiskus juga merefleksikan fakta bahwa bukan suatu kebetulan bahwa Yesus memilih orang Samaria sebagai sosok yang positif.  "Kita tahu bahwa orang-orang Yahudi memperlakukan orang Samaria dengan jijik, menganggap mereka orang asing bagi orang-orang pilihan", katanya menunjukkan bahwa dengan cara ini ia berusaha untuk mengatasi prasangka. Perumpamaan itu menunjukkan bahwa "bahkan orang asing, orang yang tidak tahu Tuhan yang benar dan tidak pergi ke tempat ibadah, dapat berperilaku sesuai dengan kehendak-Nya, berbuat belas kasih bagi saudaranya yang membutuhkan dan membantunya dengan segala cara yang dia punya.”

Paus menegaskan bahwa Kunci kehidupan Kristen terletak pada kapasitas seseorang untuk menunjukkan belas kasih.  Jika Anda kurang berbelas kasih, tanyakan pada diri Anda apakah hati Anda telah berubah menjadi es?  "Jika seseorang membutuhkanmu dan Anda tidak ada rasa belas kasih, hati Anda tidak tergerak, itu berarti ada sesuatu yang salah," kata Paus.

“Jika Anda menjumpai tunawisma di jalan  dan Anda melewatinya begitu saja, atau berpikir 'dia mabuk,' jangan bertanya pada diri sendiri apakah pria itu terlalu banyak minum, tetapi bertanyalah pada diri sendiri : apakah hati Anda menjadi kaku dan berubah menjadi es, ”lanjutnya.

Paus Fransiskus menutup dengan doa kepada Perawan Maria untuk membantu kita semakin hidup dalam ikatan yang tak terpisahkan antara cinta kita kepada Allah Bapa, dan cinta yang kongkrit dan murah hati bagi saudara-saudari kita, dan untuk memberi kita rahmat untuk tumbuh dalam kasih sayang. (Linda Bordoni - VaticanNews)

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »