Dika Rasul BKSY Sanmare : Niscaya Berkat Ini Akan Semakin Berkembang


Manusia yang hidup pasti akan mati. Beberapa kali mendampingi keluarga yang ditinggal, banyak pelajaran berharga yang saya peroleh. Ternyata justru pihak yang ditinggal inilah yang siap tidak siap harus membereskan semua.

Tidak dapat dipungkiri segala sesuatunya memerlukan biaya. Meskipun beberapa kali membantu keluarga yang secara finansial siap, namun banyak juga keluarga yang tidak siap. Sempat pula mendengar sharing dari seorang ketua lingkungan yg terpaksa harus pontang panting mencari bantuan dana talangan untuk membereskan keperluan finansial warganya. Disinilah sebenarnya program BKSY dapat berperan. 

Apa itu BKSY? 

BerKHAT Santo Yusup adalah suatu program yang bergerak dengan semangat belarasa dalam Kematian dan keseHATan. Gerakan yang pada awalnya diprakarsai oleh Bapa Uskup kita (KAJ), Mgr. I. Suharyo, sebagai perwujudan dari kehendak Yesus sendiri, "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati." (Luk 6:36). Seiring waktu berjalan, dalam pertumbuhannya singkatan BKSY kemudian menjadi Berbelas Kasih Seperti Yesus.  Kecepatan dalam memberikan bantuan inilah yang menjadi perhatian BKSY pusat, sehingga per 1 Agustus 2019, prosedur semakin dipermudah dengan adanya dana talangan apabila dibutuhkan segera. Dan perlu digarisbawahi, BKSY bukan asuransi,  kita “memberi” bukan “membeli”. Mengapa BKSY? Apakah semua perlu menjadi anggota? 

Bila kita bisa melepaskan kepergian kita dengan layak, apakah kita tidak tergerak membantu saudara kita mendapatkan kelayakan pula? Sebagai solidaritas, terutama kepada saudara kita yang menderita/KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel)? Apabila kita menyadari dan peduli betapa besar semangat belarasa dalam gerakan dan program BKSY ini, didukung oleh paroki, para aktivis senior junior, rasul-rasul BKSY, juga tidak kalah pentingnya peran aktif para korwil (koordinator wilayah) dan kaling (ketua lingkungan) yang berhubungan langsung dengan warga, niscaya berkat ini akan semakin berkembang dan bermanfaat bagi seluruh umat. Marilah kita hidup menjadi berkat, bahkan di saat kita harus "berangkat".  

Penulis : Dika Alberto Edited from Warta SanMare
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »