Murah Hati seperti Bapa di Surga

Injil mengajak kita mengawali pekan ini dengan menjadi murah hati. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk. 6:36). Bermurah hati seperti Bapa di Surga merupakan ajakan yang terdengar sederhana. Bukankah kita memang diajarkan untuk bermurah hati dan menolong sesama yang membutuhkan? Atau kita mungkin sudah banyak menunjukkan kemurahan hati kita kepada sahabat-sahabat kita sebab mereka juga telah membantu kita dalam banyak hal. Namun sebagai orang Kristiani bermurah hati seperti Bapa di Surga adalah panggilan mendasar atas iman kita. Hal itu mengingatkan kita kepada panggilan kepada kesempurnaan, “Hendaklah kamu sempurna seperti Bapa-Mu adalah sempurna” (Mat. 5:48).
Dalam Injil hari ini kita memang membaca perintah untuk tidak menghakimi agar kita pun tidak dihakimi. Juga perintah untuk tidak menghukum dan mengampuni agar kita pun tidak dihukum dan diampuni. Itu semua merupakan kebaikan moral sebagaimana kita terima dari keluarga dan masyarakat. Hal itu merupakan hal yang baik dan Yesus ingin menunjukkan bagaimana kebaikan moral tersebut dimaknai lebih mendalam dan melampaui logika manusia. Kita sebagai orang Kristiani diajak untuk turut serta dalam karya Ilahi dan bukan berhenti pada kesempurnaan ‘manusiawi’. Kita tidak berbuat baik, bermurah hati, dan menolong sesama karena ingin mendapat ‘imbalan tertentu’. Kita melakukan kebaikan karena kita beriman dan percaya akan Allah yang berbuat baik kepada manusia. Tidak peduli bagaimana situasi dan betapa banyak dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, Allah senantiasa bermurah hati kepada kita. Cinta Kasih-Nya tetap selalu.
Bermurah hati seperti Bapa di surga dengan demikian menjadikan kita sungguh-sungguh tanda nyata kehadiran Allah ditengah umat-Nya. Itu semua di luar logika manusia yang tentu akan sulit memahami bagaimana mungkin kita mendoakan mereka yang kita benci? Bagaimana mungkin aku bermurah hati kepada mereka yang tidak pernah berterima kasih dan membalas budi? Namun, itulah panggilan kita jika kita sungguh mengakui Allah adalah Kasih. Semoga berkat bimbingan Roh Kudus kita makin hari makin mampu menyerupai Bapa di Surga dan benar-benar melalui hal-hal sederhana menunjukkan kehadiran nyata Kristus dalam keluarga dan masyarakat kita. Tuhan memberkati.
(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)
Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »