Pengajuan Bantuan

 
       BKSY Bukanlah Asuransi

  • Berkhat St. Yusup  adalah gerakan belarasa. Bukan asuransi.
  • Belarasa adalah belas kasih yg mendalam, sehingga menggerakkan hati seseorang untuk segera berbuat menolong sesama yang menderita. Tujuan utama menjadi peserta BKSY adalah berbelarasa, menolong sesama yang menderita dan berkekurangan.  BELARASA, arahnya selalu KELUAR kepada orang lain. Sebaliknya,   asuransi selalu terarah ke DALAM diri sendiri. Asuransi itu MEMBELI dengan premi untuk  mendapatkan manfaat/untung bagi diri sendiri. Sedangkan BKSY, saya MEMBERI sebagian kecil dari berkat untuk sesama, terutama yang KLMTD (Kurang, Lemah, Miskin, Terpinggirkan, Difabel/cacat).  
  • Karena tujuan ikut BKSY  adalah untuk berbelarasa dan membantu orang lain, maka yang bukan klmtd diharapkan tidak mengajukan klaim,  dan merelakan iuran Rp 80.000,- untuk membantu orang lain.
   

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengajukan bantuan  adalah sbb.:
  1. Tanpa dokumen yang lengkap dan benar, Permintaan bantuan tidak diproses.
  2. Peserta harus melaporkan kejadian paling lambat dalam 30 (tiga puluh) hari. Dalam waktu 90 hari dokumen harus sudah diterima oleh ACA. Di luar ketentuan itu, permintaan tidak diproses.
  3. Dokumen yang berupa fotocopy (selain KTP dan KK), harus dilegalisir.
  4. Pengajuan kbantuan harus lewat Rasul BKSY Paroki agar lebih mudah, karena lewat Satu Pintu.
  5. Dana bantuan ditransfer ke rek PGDP Paroki, dan disampaikan kpd ahli waris  oleh Paroki.

DOKUMEN PENGAJUAN BANTUAN  KARENA MENINGGAL DUNIA
  1. Surat Pengantar dari Pastur Paroki, yang menjelaskan bahwa Peserta a.n …… meninggal di R. Sakit/ Rumah di …, pada tgl. …Jam … krn sakit apa/kecelakaan. Ditandatangani oleh Romo Paroki dan distempel Paroki.
  2. Surat Keterangan Ahli Waris dari Kelurahan atau dari Pastor Paroki, dilampiri fotocopy KTP+KK yang masih berlaku, ditandatangani oleh Romo Paroki dan distempel Paroki.
  3. Fotokopi Identitas Peserta yang masih berlaku (KTP + KK), dan Sertifikat BKSY.
  4. Surat Keterangan Meninggal asli/ dilegalisir dari Lurah/Kepala Desa/Tetua adat setempat.
  5. Bila meninggal di R. Sakit, Surat Keterangan Meninggal dari R. Sakit, disertai Resume Medis/Diagnosa penyakit penyebab meninggal dunia. Jangan hanya ditulis: meninggal krn sakit. Harus disebut nama penyakitnya.
  6. Apabila meninggal di rumah, Surat Kronologis kejadian yg dibuat dan ditandatangani oleh ahli waris. Harus disebut meninggal karena sakit apa. Jangan hanya ditulis krn sakit, sakit tua, sakit nafas.
  7. Apabila meninggal krn kecelakaan, Surat Keterangan dari Kepolisian.
  8. Surat Keterangan Meninggal dari pihak yang berwenang yang dilegalisir oleh serendah-rendahnya
Konsulat Jendral Republik Indonesia, apabila peserta meninggal dunia di luar negeri.

DOKUMEN PENGAJUAN  BANTUAN RAWAT INAP
  1. Fotocopi Identitas Peserta (KTP + KK) Kartu/ Sertifikat BKSY.
  2. Surat Keterangan Rawat Inap asli/dilegalisir dari R. Sakit dari tgl ….s/d …., dan diagnosa penyakit.
  3. Apabila Pemakai Kartu ASKES/BPJS/KJS, lampirkan juga  Surat Keterangan dari Pastor Paroki, dan  Fotocopi Kartu Askes/BPJS/KJS.
Ibadah saja enggak cukup. Harus berbuat nyata dalam kehidupan  dengan wujud kongkret persaudaraan. Persaudaraan mesti memuat semangat  bela rasa. Iman yang tidak berbuah pada Persaudaraan bukanlah Iman Sejati”.
Mgr. Suharyo, Uskup Agung Jakarta